Archive for February, 2010

Air dan Besi

Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya:
“Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak.” Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.

Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana. Aturannya: “Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang.” Besi dan air pun mulai berlomba. Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya; ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu. Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu. Ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.

Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua. Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air: “Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !”

Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini, tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap.
Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan.
Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.
Ini bukan berarti juga kita tidak punya prinsip sendiri, dan menghindari konflik yang mungkin terjadi, hanya saja kita lebih tenggang rasa dan lembut hati serta menjaga sikap santun terhadap lingkungan.

Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.

Sumber : IndoForum.org

I Believe In You

I Belive in You
(Celine Dion – Il Divo)

Lonely
The path you have chosen
A restless road
No turning back
One day you
Will find your light again
Don’t you know
Don’t let go
Be strong

Follow you heart
Let your love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe
In you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There’s nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe
In you.

Tout seul
Tu t’en iras tout seul
Coeur ouvert
A L’univers
Poursuis ta quete
Sans regarder derriére
N’attends pas
Que le jour
Se léve

Suis ton étoile
Va jusqu’ou ton reve t’emporte
Un jour tu le toucheras
Si tu croix si tu croix si tu croix
En toi

Suis ta lumiére
N’eteins pas la flame que tu portes
Au fonds de toi souviens-toi
Que je croix que je croix que je croix
Que je croix
En toi

Someday I’ll find you
Someday you’ll find me too
And when I hold you close
I’ll know that it’s true

Follow your heart
Let your love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe, I believe in you

Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There’s nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe
In you.

Jalan Tuhan

“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya” – Amsal 16:9

Aku mempunyai maksud-maksud besar, Tuhan. Engkau tahu hatiku mempunyai banyak pengharapan dan rencana untuk maksud tersebut. Beberapa telah berlalu dan lainnya masih kunanti dengan sabar dariMu. Tapi belakangan ini aku merasa ada yang berubah dalam hidupku. Suatu saat, mataku tertuju pada cakrawala yang nampak jelas, dan selanjutnya, mataku mengintip sesuatu yang berkabut. Tanpa ijinku, tanpa sepengetahuanku, masa depanku yang sesungguhnya muncul. Engkau mendorong jiwaku untuk terus berjalan.
Terima kasih Tuhan karena membiarkanku bersandar dalam rasa aman rencanaMu, bukan rencanaku. Banyak hal berubah – terkadang dengan sangat cepat sehingga aku hampir kehilangan pijakanku. Tapi saat aku mengambil langkah pertama ke arah yang baru, aku tahu Engkau sedang menopangku tegak dan mengarahkan setiap langkah.
Aku memegang teguh janjiMu ya Tuhan dan tahu bahwa janjiMu akan hidup pada saat mimpiku yang lain mulai pudar.

(One Minute Prayers – Harvest)

Ada waktu di hidupku pencobaan berat menekan
Aku berseru mengapa ya Tuhan
Nyatakan kehendakMu

Jalan Tuhan bukan jalanku
Jangan bimbang ataupun ragu
Nantikan Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya

Pada Tuhan masa depanku
Pada Tuhan kuserahkan hidupku
Nantikan Tuhan berkarya
Indah pada waktunya

Hari esok tiada kutahu
Namun tetap langkahku maju
Kuyakin Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya.

['Jalan Tuhan' by Willy Soemantri (music)/Herry Priyonggo (lyrics)]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.